Sufyan ats-Tsauri berpesan: “Jika engkau takut kepada Allah, Dia akan menjaga dirimu dari manusia. Tetapi jika engkau takut kepada manusia, mereka tidak akan bisa melindungimu dari Allah”. [Diriwayatkan juga dari ‘Aisyah dalam wasiat beliau kepada Mu’awiyyah. Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 8/32.]

 

”TUJUH hamba yg akan dilindungi ALLAH pd HARI QIAMAT nanti, 1. Pemimpin yg adil, 2. Pemuda yg tumbuh dewasa yg hobbynya beribadah pd ALLAH padahal disaat nafsunya bergejolak, 3. Hamba yg hatinya selalu terikat pd masjid, senangnya berjamaah & beraktivitas ke mesjid, 4. Dua org yg saling mencintai krn ALLAH, berkumpul, berjumpa, bersahabat krn ALLAH & berpisah krn ALLAH pula, 5. Seorg hamba lelaki yg dirayu oleh seorg wanita yg mempunyai kedudukan & kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kpd ALLAH”, 6. Hamba yg bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya, ikhlas krn ALLAH, & 7. Hamba yg berdzikir & berdoa kpd ALLAH dlm keheningan malam, dlm kesendiriannya, dlm muhasabah dirinya lalu ia menitikkan airmatanya.” (Tafsir hadist HR. Bukhari Muslim)

 

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS.65:3)

 

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai SEDEKAH, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai SEDEKAH, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai SEDEKAH, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai SEDEKAH. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah SEDEKAH. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan SHALAT DHUHA sebanyak 2 raka’at.” (HR.Muslim no.720)

 

Dari ‘Aisyah, dari Nabi saw, Beliau bersabda: “Rak’atal fajr (dua raka’at waktu fajar),LEBIH BAIK daripada dunia dan segala yang ada padanya”.(HR.Muslim, no.725)

 

Allohumma inni a’udhubika minal hammi wal khuzni wal ‘ajzi wal kasali wal buhli wal jubni wadzolla’iddaini wa ghollabatirrijali (“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” | HR. Bukhari 7/158 dalam Kitab Fathul Baari)