Di waktu sore ini saya sempatkan untuk berbagi apa yang saya ketahui mengenai du’a qunut witir, perlu ditekankan bahwa yang saya bahas di sini hanyalah qunut witir saja : ), tidak saya bahas mengenai qunut yang lain.

Telah syah dalam hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam akan syari’at Qunut dalam sholat witir sebagaimana dalam hadits Al-Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu riwayat Abu Daud, At-Tirmidzy, An-Nasa`i, Ibnu Majah dan lain-lainnya, beliau berkata :

Yang artinya : “Rasulullah mengajarkan kepadaku beberapa kalimat untuk saya ucapkan dalam witir : “Ya Allah, berilah hidayah kepadaku pada orang-orang yang Engkau beri hidayah, berilah padaku afiyat pada orang yang Engkau beri afiyat, naungilah aku pada orang-orang yang Engkau naungi, berkahilah aku pada apa yang Engkau beri dan jagalah aku dari kejelekan keputusan-Mu, sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan terhadap-Mu, sesungguhnya tidaklah hina orang-orang yang Engkau naungi, dan Maha Berkah Engkau Wahai Rabb kami dan Maha Tinggi” (Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam banyak buku beliau dan Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’Ash-Shohih 2/161.)

Dibangun di atas hadits ini orang-orang Hanafiyah, Hanbaliyah dan sebahagian orang Syafi’iyah berpendapat akan disunnahkanya Qunut witir di bulan Ramadhan dan selainnya. Demikian pula diriwayatkan dari Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha’iy dan Ishaq.

Hadits di atas untuk dibaca orang sholat witir munfarid, sedangkan untuk Imam bisa diganti dengan lafadz jamak aku-nya menjadi kami, contoh = Allahummah dinii fiiman hadait, menjadi Allahummahdinaa fiiman hadait dll

Tidak disyariatkan untuk mengangkat tangan

Disyariatkan untuk mengamini Imam di bagian memintanya, yakni sampai Imam membaca “wa qinaa syarra maa qadhoiit”, lafadz seterusnya dibaca sendiri oleh makmum secara halus (sir atau pelan2).

Tidak disyariatkan untuk mengusap muka setelah membaca du’a qunut.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Referensi:

1. http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1784

2. Majalah An-Nashihah Vol. 7 (1425/2008)