Ada sebuah hadits yang menarik dan mempunyai arti yang mendalam untuk direnungi, sekaligus sebagai motivator kita agar lebih baik dalam beramal:

عن أبي هريرة : أن النبي صلى الله عليه و سلم رقى المنبر فقال آمين آمين آمين قيل له يا رسول الله ما كنت تصنع هذا فقال قال لي جبريل رغم أنف عبد أدرك أبويه أو أحدهما لم يدخله الجنة قلت آمين ثم قال رغم أنف عبد دخل عليه رمضان لم يغفر له فقلت آمين ثم قال رغم أنف امرئ ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت آمين

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu’anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar kemudian bersabda: “Amin, Amin, Amin”. Kemudian dikatakan kepada beliau, “Wahai Rosulullah, Apa (maksud) yang kami dengar ini?. Kemudian beliau bersabda: “Jibril telah mengatakan kepadaku, “Hinalah seorang hamba yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satunya (masih hidup) namun hal itu tidak membuatnya masuk surga”. Aku berkata, “Amin”. Kemudian Jibril berkata, “Hinalah seorang hamba yang ia telah memasuki bulan Romadhon namun tidak membuat (dosanya) diampuni, kemudian aku berkata, “Amin”. Kemudian Jibril berkata, “Hinalah seseorang yang (namamu) disebutkan padanya namun ia tidak mengucapkan sholawat, kemudian aku berkata, “Amin”

(Al ‘Adabul Mufrod 646 (1/225),Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani mengatakan, Hasan Shohih)

Hadits ini memberikan kita pelajaran bahwa ada amalan-amalan yang sangat mulia, yakni berbakti kepada kedua Orangtua kita, amal shaleh di Bulan Ramadha dan bershalawat kepada Nabi ketika nama Beliau disebut.

Derajad hadits di atas adalah Hasan Shohih sebagaimana disebutkan oleh Syaikh A-Albani (seorang ulama ahli Hadits yang hafal banyak hadits), sehingga hadits ini patut untuk kita renungi dan kita amalkan.

Berkaitan dengan hadits tersebut, ada suatu riwayat yang nampaknya dibuat-buat mirip dengan hadits tersebut, namun pada hakekatnya riwayat itu  bukanlah hadits dan banyak tersebar di internet terutama pada saat menjelang Ramadhan, riwayat itu berbunyi:

Do’a Malaikat Jibril menjelang Ramadhan
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri;
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali .”

Riwayat ini adalah batil, sekaligus fitnah. Riwayat ini tidak ditemukan dalam kitab hadits shahih manapun, riwayat ini tidak mempunyai sanad (jalur periwayatan) sebagaimana hadits (kualitas hadits ditentukan oleh sanadnya). Riwayat ini, saya katakan batil dan fitnah karena didalamnya dikatakan sebagai Do’a dari malaikat Jibril, padahal tidak ada bukti dalam periwayatannya,  sehingga tidak bisa dikatakan sebagai hadits. Wallahu a’lam.

Hendaknya kita selalu berhati2, semoga tulisan yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua : )